Selamat Datang di EkskulSMANSA
Situs resmi esktrakurikuler SMAN 1 Denpasar

Nama - Nama Ekstra


Tentang Smansa


Asal Mula Sman 1 Denpasar

Sekolah tertua di Denpasar ini dibuka pada tanggal 1 Agustus 1960, namun hari resmi jadinya ditetapkan tanggal 8 Agustus 1960. Dengan Kepala Sekolah pertama Bapak I Made Sastra Inggas. Pada awalnya SMAN 1 Denpasar (SMANSA) belum memiliki gedung sendiri, melainkan masih meminjam gedung di SGB Negeri Denpasar dan awalnya pun SMANSA bernama SMA Denpasar karena pada saat itu hanya terdapat satu sekolah di Denpasar.


Dalam masa mengarungi zaman, SMANSA banyak mengalami cobaan. Gedung SGB Denpasar mengalami kebakaran pada tanggal 5 Oktober 1960. Sehingga kegiatan belajar mengajar dialihkan ke SMP Negeri Denpasar dan gedung tata usahanya meminjam gedung Yayasan Pantiyasa.


Akhirnya atas bantuan dan kerjasama POMG SMA Denpasar dan Pemerintah (Bapokda Bali), SMANSA perlahan-lahan bangkit dan terlahir sebagai sekolah unggulan dan favorit di mata masyarakat.


Dengan semangat "KARMANY EVA DHIKARASTE MAPALHESU KADACANA" bersama konsep SMANSA BERSATU (Bersih, Rapi, Aman, Tertib dan Bermutu), Serta dukungan dari pihak guru-guru, pegawai-pegwai, dan siswa-siswa yang berkualitas, SMANSA melangkah maju bersama zaman.

Visi dan Misi SMA Negeri 1 Denpasar

1. Visi Sekolah

Mewujudkan SMA Negeri 1 Denpasar sebagai Sekolah Unggul Dalam Mutu Berbudaya dan berwawasan global.

Indikator:

  • Unggul dalam kelulusan PMDK
  • Unggul dalam kelulusan UMPTN
  • Unggul dalam lomba Sains
  • Unggul dalam Karya Ilmiah
  • Unggul dalam kreativitas
  • Menunjukkan keunggulan Budaya dalam menapaki kehidupan di masyarakat lokal, nasional dan internasional.


2. Misi Sekolah

  • Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki.
  • Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah.
  • Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali dirinya sehingga dapat dikembangkan secara optimal.
  • Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan juga budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak ditingkat daerah,ditingkat nasional maupun internasional.
  • Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah, stake holder sekolah dan memiliki kompetensi :
    • Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
    • Kompetensi Umum rumpun Mata pelajaran
    • Kompetensi tamatan / lulusan